Kamis, 20 Agustus 2009

Penetapan Awal Romadhon dan Syawal dengan Menggunakan Dasar Hisab

بسم الله الرحمن الرحيم . Dalam keputusan Munas Nahdhatul Ulama pada tanggal 6 Rabi'ul Awwal 1404 / ‎21 Desember 1983 di Sukorejo Situbondo, diterangkan [336 PENETAPAN AWAL RAMADHAN DAN SYAWWAL] Penetapan Pemerintah tentang awal Ramadhan dan awal Syawwal dengan menggunakan dasar hisab, tidak wajib diikuti. Sebab menurut Jumhurus Salaf bahwa TSUBUT AWAL RAMADHAN dan SYAWWAL itu hanya BIR RU`YAH AUW ITMAMIL 'ADADI TSALATSINA YAUMAN. Antara lain dalam : Bughyatul Mustarsyidin shahifah 108 . Al Ilmu Al Mantsur fii Itsbatisy Syuhur ‎ لا يثبت رمضان كغيره من الشهور إلا برؤية الهلال أو إكمال العدة ثلاثين بلا فارق . قال سند المالكية : لو كان الإمام يري الحساب في الهلال فأثبت به لم يتبع لإجماع السلف علي خلافه . Adapun mengamalkan hisab untuk menetapkan awal Ramadhan dan awal Syawwal, boleh hanya bagi Ahli Hisab itu sendiri dan orang yang mempercayainya . (Sumber: Buku MASAIL DINIYAH HASIL MUKTAMAR & MUNAS ULAMA NAHDLATUL ULAMA halaman 58, oleh:‏ ‏ K.H.A AZIZ MASYHURI, penerbit AL ALAWIYAH Semarang)‎

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar